THE CONCURRENT DEVELOPMENT MODEL

Abstrak
The Concurrent Development Model is referred to as concurrent engineering can be described schematically as a series of major technical activities, tasks, and relationships between the parts which are interrelated in which activities such as design analysis / design or communications with the way customers can diskemakan same. Similar Concurrent Development Model Spiral models, commonly used in the development of client / server applications. In this model work activities carried out simultaneously, each working process has some triger of work activities.

  1. CONCURRENT DEVELOPMENT MODEL

     Concurrent development model adalah Cara/Proses pengembangan yang pada dasarnya adalah rangkaian dari kegiatan teknis, tugas, dan hubungan saling terkait dengan kegiatan seperti analisis desain atau komunikasi. Aktifitas dalam model ini dilakukan secara simultan, setiap aktifitas kerja saling terkait dengan aktifitas kerja lain. Concurrent Development Model yang biasa disebut dengan Concurrent Engineering adalah pengembangan berdasarkan parelisasi (yaitu melakukan tugas secara bersamaan).
    Pengembangan Concurrent development model terjadi seiring dengan analisis yang dilakukan terhadap pengembangan model lainnya seperti model Inkremental, waterfall, dll. Di mana pada model Concurrent Development Model ini waktu yang diperlukan untuk membawa produk ke pasar relatif lebih singkat. Concurrent Development Model Mirip Spiral model, biasa digunakan dalam pengembangan aplikasi client / server. 
    Concurrent Models Dalam buku Roger S. Pressman Model Pengembangan Concurrent, atau yang biasa disebut Concurrent Engineering, yang memungkinan tim software untuk merepresentasikan secara berulang-ulang dan elemen-elemen searah mengenai segala model proses yang concurrent.
    Model pembangunan yang bersamaan, kadang-kadang disebut concurrent engineering, telah digambarkan dalam cara berikut oleh Davis dan Sitaram. Pada kenyataannya, proses konkuren model ini berlaku untuk semua jenis pengembangan perangkat lunak dan memberikan gambaran yang akurat tentang keadaan sekarang dari suatu proyek.
    Model proses concurrent biasa diaplikasikan kedalam semua tipe pengembangan perangkat lunak, dan memberikan keadaan akurat mengenai keadaan tertentu dari sebuah proyek.
    Model proses yang concurrent mendefinisikan sebuah rangkaian peristiwa yang akan memicu transisi dari negara bagian untuk masing-masing kegiatan rekayasa perangkat lunak. Pada model ini aktifitas kerja dilakukan secara bersamaan, setiap proses kerja memiliki beberapa pemicu kerja dari aktifitas. Pemicu dapat berasal dari awal proses kerja maupun dari pemicu yang lain karena setiap pemicu akan saling berhubungan. Terdapat dua dimensi aktivitas yang digambarkan oleh model ini sebagai berikut.

     

  2. PROSES CONCURRENT

     Bila diaplikasikan kepada client/server, model proses concurrent akan medefinisikan aktivitas dalam 2 (dua) dimensi:

     

  • Dimensi sistem: 

    terdapat tiga proses di dalamnya yakni perancangan, perakitan (assembly) dan penggunaan (use).

     

    • Perancangan

      Proyek ini dalam tahap pengkodean, ada personil pada proyek yang terlibat dalam kegiatan biasanya dikaitkan dengan banyak tahapan pembangunan secara simultan.
      Dalam proses tahap perancangan, tahap di mana pengkodean baru dimulai, Teknisi personil pada tahap ini biasanya dikaitkan dengan banyaknya tahapan pembangunan secara simultan. Sehingga teknisi akan paham dasar dasar pengembangan sistem. Perancangan ini dilakukan secara bersamaan.

       

    • Perakitan

      masing-masing dari komponen dapat dirancang dan direalisir secara bersamaan setelah perancangan selesai dan segala komponen telah dipersiapkan. Perakitan ini dilakukan secara paralel di mana perakitan dan hasil secara langsung dapat diperlihatkan, sehingga kekurangan dan kebutuhan lebih lanjutnya dapat diketahui.

       

    • Penggunaan

      Proses ini adalah proses akhir, diharapkan program client/server sudah dapat di pergunakan dan dapat direalisasikan sesuai dengan permintaan.

  • Dimensi Komponen
    Dimensi komponen dapat dibagi dengan dua kegiatan: desain/perancangan dan realisasi. Concurrency dicapai dalam dua cara: 
    • Sistem dan kegiatan komponen terjadi secara simultan dan dapat dimodelkan menggunakan pendekatan yang berorientasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

       

    • Khas klien / server Aplikasi ini diimplementasikan dengan banyak komponen, yang masing-masing dapat dirancang disadari secara bersamaan.

 
 
 
 
 
 
 

  1. KEGIATAN ANALISIS CONCURRENT DEVELOPMENT MODEL



     Gambar Berikut Memberikan representasi skematis dari satu kegiatan dengan model proses bersamaan. Aktivitas-Analisis-mungkin dalam salah satu dari state yang tercatat pada waktu tertentu. State adalah beberapa cara eksternal yang dapat diamati perilakunya. Masing-masing kegiatan pada jaringan ada persamaan dengan kegiatan lain dan bisa dimulai/ Diperbarui dari semua step.
    Sebagian besar model Proses pengembangan perangkat lunak didorong oleh waktu, kemauan yang kemudian itu, dalam proses pengembangan Perangkat Lunak.
    Sebagai contoh : selama tahap-tahap awal desain, sebuah inkonsistensi dalam model analisis secara bertahap terungkap bagaimana model Proses pengembangan perangkat lunak. Dan hal ini menghasilkan analisis event koreksi Model yang akan memicu aktivitas analisis dari negara yang dilakukan ke negara perubahan yang berikutnya.

  2. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

     Semua jenis-jenis pemodelan memiliki kelebihan maupun kekurangan. Adapun Kelebihan yang dimiliki oleh model ini adalah :

     

  • Kelebihan

    Proses Concurrent Development Model ini berlaku untuk semua jenis pengembanganperangkat lunak dan memberikan gambaran yang akurat tentang keadaan sekarang darisuatu proyek.
    Produk yang dihasilkan oleh model concurrent development ini lebih kokoh dan teratur dikarenakan prosesnya langsung dirancang sekaligus dibuat oleh teknisi.
    Masing-masing kegiatan pada jaringan ada persamaan dengan kegiatan lain sehingga bisa dimulai atau diperbarui dari semua step.
    Fitur fitur baru dapat ditambahkan nanti di akhir proyek. Ketika tahap validasi akhir tidak akan terkejut akan kesalah kesalahan atau permasalahan. Hal ini dikarenakan percobaan (testing) dilakukan secara terus menerus seiring dengan proyek berjalan.
    Concurrent Development Model bersifat flexibel karena perkembangan incremental yang terjadi dapat secara penuh dianalisis oleh team, dan secara langsung akan memperolah feedback melalui testing.

  • Kekurangan

    Kekurangan yang dimiliki oleh model ini adalah :
    Implementasi awal desain yang sedikit sulit, dan membutuhkan komunikasi dan kemampuan yang baik pada tiap teknisi dan teamnya.

     Karena kurangnya waktu, bila permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka kemungkinan concurrent design ini tidak akan bekerja dengan baik dan efisien.

     Karena kegiatannya berbentuk paralel akan sedikit sulit bila ditemukan suatu permasalahan di tengah proses. yang artinya akan semakin banyak waktu yang ditunda untuk pengerjaan. Lebih lama proses pembuatan terhenti akan lebih banyak timbul masalah saat mulainya proses pembuatan setelah terhenti.

     Statenya sangat banyak sehingga membutuhkan waktu lebih banyak.
    Maksudnya,Berhentinya suatu kegiatan karena kegiatan yang lain tentunya akan menyebabkan pengunduran waktu dari target yang ditentukan.

 
 DAFTAR PUSTAKA

 

Artikel Menarik Lainya :  Hero Baru Mobile Legends : Valir, Mage Paling GG nih !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *